Renungan Minggu, 03 Juli 2022

Renungan Minggu, 03 Juli 2022

 


πŸ“–  Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. (1 Petrus 4:10) 

πŸ’‘ Tuhanlah pemilik segala sesuatu, sedangkan kita, manusia ini hanyalah para pengelola, atau manajer, dari segala sesuatu yang Dia percayakan pada kita. Dalam 1 Petrus 4:10, diingatkan agar kita orang-orang percaya menjadi pengurus atau pengelola yang baik dari kasih karunia Tuhan Allah, yang diberikan-Nya kepada tiap-tiap orang.  Apapun karunia kita masing-masing, Dia mau kita memakai dan mengelolanya dengan kekuatan Tuhan Allah dan bagi KemuliaanNya. 

πŸ“  SELAMAT BERIBADAH:

"Kita diberi kesempatan kesempatan hidup dan diperlengkapi dengan segala kebaikan dan berkat Tuhan adalah untuk bekerja bagi kepentingan dan kesenangan Tuhan Allah kita!" 

πŸ“– GeMASH Pembacaan Alkitab hari ini: #H184: 1 Samuel 25-27 

😊🀝 Mari kita gunakan kesempatan yang ada agar kita bisa beribadah secara tatap muka di gereja. 

πŸ«‚ Ayo...jangan datang sendirian...ajaklah keluarga dan teman-teman Anda! 


IMMANUELπŸ™

(salam:pdt.sumardi)

Read More
Renungan Sabtu, 2 Juli 2022

Renungan Sabtu, 2 Juli 2022

 


πŸ“–   Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. (Yohanes 13:1) 


πŸ’‘ Yesus memberikan teladan bagaimana Dia berdoa khusus bagi murid-murid yang dikasihiNya. Dalam salah satu doa Yesus yang tercatat, yang paling intim dan panjang adalah doa Yesus untuk murid-muridNya (bacalah Yohanes 17 ini dengan teliti). Dalam doa Yesus ini kita diajarkan bagaimana kita memperhatikan dan memperlakukan orang-orang yang kita kasihi. Demikianlah dalam satu minggu ini kita belajar dari teladan Yesus dimana 'Dia menjalani hidup yang penuh dengan tuntunan doa'. 


πŸ“  SELAMAT BERAKHIR PEKAN:

"Siapakah yang sudah diletakkan  Tuhan dalam hidup Anda yang sangat Anda kasihi? Sudahkah Anda sungguh-sungguh berdoa bagi mereka selama ini?" 


===>🀝 Jangan lupa mendoakan 1 atau 2 orang di sekitar  yang belum sungguh-sungguh di dalam Tuhan dan rencanakan untuk  mengajak dan membawa  orang tersebut ibadah di GMI Jakarta Pusat. 


πŸ“– GeMASH  Pembacaan Alkitab Hari Ini #H183:  1  Samuel 21-24 


πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘¦‍πŸ‘¦ DOA BERSAMA:

1.  Doa Pagi secara online via chanel youtube gmi jakpus setiap pagi pukul 05.00 wib (senin-sabtu).

2. Doa bersama keluarga di rumah masing-masing setiap hari  pukul 21.00 


IMMANUELπŸ™

(salam: pdt.Sumardi)

Read More
 Marah dan Panas Hati

Marah dan Panas Hati


Sebuah pengajaran dari kisah Kain dan Habel

Ada sebuah pengajaran dalam pembacaan Alkitab pagi ini bahwa hati yang panas dan muka yang muram akan sangat menggoda kita untuk melakukan dosa. Sebagaimana kain yang jatuh kedalam pencobaan oleh karena-nya.

Jika memperhatikan Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa ada perbedaan antara marah dan panas hati yang mana marah diartikan sebagai sangat tidak senang sedangkan panas hati diartikan sebagai sangat iri, marah dalam hati, sakit hati.

Berdasarkan pengertian kata marah dan panas hati diatas maka dalam hal ini panas hati adalah akibat dari marah yang disimpan atau dipendam terlalu lama.

Dalam teori hukum conditio sine qua non hal ini disebut sebagai teori hukum sebab akibat yaitu bahwa sebabnya seorang panas hati adalah akibat dari perasaan tidak senang yang dipendam atau disimpan terlalu lama sebagaimana kain yang membunuh habel karena panas hatinya akibat persembahannya yang tidak diindahkan Tuhan. 

Mungkin inilah mengapa kalau kita marah jangan sampai terlalu lama agar tidak timbul panas hati sebagaimana tertulis dalam Efesus 4:26 disebutkan “apabila kamu menjadi marah, janganlah sampai kemarahan itu membuat kamu berdosa.” Berhentilah marah sebelum matahari terbenam.

Tuhan memberkati kita.

by estomihi fp simatupang

Read More
Masalah, Cobaan dan Malapetaka

Masalah, Cobaan dan Malapetaka


Masalah, cobaan dan malapetaka adalah sesuatu yang tidak disukai manusia karena hal itu tidak menyenangkan atau menambah atau semakin membuat menderita. 

Ketiganya jika kita jabarkan mungkin demikian :

1. Masalah

adalah sesuatu hal yang tidak menyenangkan atau sesuatu hal yang mengurangi kesenangan kita. 

Bentuk masalah yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari, contohnya : sakit gigi, tiba-tiba ban kempes  karena sesuatu hal padahal kita sedang buru-buru, dll. Namun hal ini tidak terlalu membuat kita terlalu khawatir. Tidak perlu tindakan rohani yang terlalu dalam untuk dapat menyelesaikan ini.dapat dilakukan dengan berdoa dan melakukan tindakan yang perlu untuk itu.


2. Cobaan

Adalah juga sesuatu hal yang hampir sama dengan masalah. Hanya khawatir dari akibat dari yang ditimbulkannya lebih besar dari masalah. Datangnya pencobaan hampir sama dengan masalah yaitu dapat sebagai akibat perbuatan kita atau juga perbuatan orang lain. 

Contohnya : cobaan karena kita ditipu orang, cobaan usaha kita gagal yang berakibat kerugian karena kurangnya perencanaan. Menghadapi cobaan tidak sama dengan menghadapi masalah karena perlu menenangkan diri, mengkoreksi diri dan menyerahkannya kedalam Tuhan. Perlu ketekunan dan penyerahan diri yang sempurna. Kalau tidak akan membuat kita frustasi yang berujung tidak waras atau kita akan bersekutu dengan setan untuk menghadapi atau mengatasi cobaan tersebut, yang meskipun hal ini dalam amsal salomo dan mazmur daud adalah sebuah kesia-siaan belaka.


3. Malapetaka

Adalah sesuatu yang terjadi atas kita yang bukan karena akibat perbuatan kita secara langsung tetapi adalah akibat perbuatan manusia atau karena Tuhan yang menimpakannya kepada manusia. Contoh akibat perbuatan manusia adalah seperti serangan hujan roket dari suatu wilayah musuh. Contoh malapetaka dari Tuhan adalah peristiwa sodom dan gomora dan peristiwa air bah.  Malapetaka menghadapkan kita pada kebinasaan/ kematian sehingga kita dalam menghadapi malapetaka tidak seperti menghadapi : masalah dan cobaan. Jika menghadapi malapetaka yang bukan karena kehendak Tuhan maka perlulah kita berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan bertindak bijak sebagaimana amsal salomo berkata : orang bijak bersembunyi ketika melihat malapetaka. Jika hal itu kehendak Tuhan maka kita hanya dapat berdoa memohon dan bertobat dari kelakuan kita supaya kiranya malapetaka itu dilakukan dari kita


Repleksi

Dalam kehidupan kita sehari- hari terkadang kita merespon masalah, cobaan dan malapetaka dengan respon yang salah. Seperti seorang anak kecil yang tangannya kena gores lalu berdarah sedikit kemudian akan menangis sekencang-kencangnya seperti dunia mau kiamat karena kekwatiran yang berlebihan.

Demikian juga dengan respon seorang anak muda  yang  menganggap sepele dengan tanganya yang terluka karena benda yang jika tidak diobati dengan baik dan benar dapat berakibat tangannya diamputasi.Demikian juga dengan seorang yang berlari mendapatkan malapetaka yang sedang terjadi karena merasa itu hanyalah  masalah kecil atau cobaan yang akhirnya dia sendiri binasa/ mati karena malapetaka tersebut.


Respon

Berdoalah kepada Tuhan atas apa yang anda alami, agar kita tahu bagaimana kita harus menghadapinya. TUHAH YESES MEMBERKATI KITA SEMUA. AMIN


by : estomihi fp simatupang

Read More
Seperti Berjalan Sendiri

Seperti Berjalan Sendiri

Seorang ayah bertanya kepada anaknya yang sedang berjalan bergandengan tangan bersama disuatu pagi "Nak apa yang sedang kamu pikirkan, sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu ?". Lalu si anak menjawab : "Aku sedang membayangkan jikalau aku berjalan bersama ayah".

Demikianlah juga hal-nya kita, bahwa tanpa kita sadari kitalah anak itu dalam gambaran berjalan bersama Yesus yang tidak menyadari bahwa kita sedang berjalan bersama-Nya namun hati kita masih berusaha untuk membayangkan jika saja saat ini kita sedang berjalan dengan Yesus.Kita yang mengenalnya secara pikiran tetapi tidak mengenalnya secara hati sehingga kita tidak dapat melihat bahwasanya kita saat ini kita sedang berjalan bersama-Nya.

Mazmur 23 ayat 4 berkata: ” Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

by. estomihi fp simatupang

Read More
Pupuk pada setiap fase pertumbuhan Tanaman

Pupuk pada setiap fase pertumbuhan Tanaman

Pupuk pada setiap fase pertumbuhan Tanaman
oleh estomihi fp simatupang, SH



Tujuan pemberian pupuk bagi tanaman adalah untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman agar dapat berproduksi dengan baik, sehingga tanaman dapat bertumbuh dan berkembang serta menghasilkan buah yang banyak.

Pemberian pupuk dan dosis yang salah akan berdampak buruk bagi tanaman seperti tanaman menjadi mati atau menjadi sulit untuk berbuah. Untuk itu pemberian pupuk susulan haruslah memperhatikan fase pertumbuhan tanaman.

Dalam dunia pertanian, ada dua jenis pemberian pupuk, yaitu: pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar adalah pupuk yang diberikan pada saat awal pengolahan dan persiapan lahan sebelum penanaman dimulai, sedangkan pupuk susulan adalah pupuk yang diberikan setelah masa (pasca) tanam.

1. Masa pertumbuhan awal (vegetatif)

Pada masa ini tanaman memerlukan pupuk yang dapat merangsang pertumbuhan tunas baru, daun muda dan mempercepat pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan pembentukan klorofil daun. Jenis pupuk yang diperlukan adalah pupuk dengan kandungan Nitrogen (N) lebih besar dibanding unsur hara lainnya.

2. Masa pembungaan (generatif)

Pada masa ini tanaman memerlukan pupuk yang dapat meningkatkan perkembangan generatif tanaman dan merangsang pertumbuhan bunga dan buah. Jenis pupuk yang diperlukan adalah pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) lebih besar dibanding unsur hara lainnya.

3. Masa pengisian buah

Pada masa ini tanaman memerlukan pupuk yang dapat membesarkan dan meningkatkan kwalitas buah. Jenis pupuk yang diperlukan adalah pupuk dengan kandungan kalium lebih besar dibanding unsur hara yang lainnya.


Pemberian pupuk yang tepat pada setiap fase pertumbuhan tanaman akan meningkatkan kwalitas dan buah tanaman. Hal ini memberikan keuntungan dari biaya yang dikeluarkan. 

Banyak orang tidak memahami hal ini, sehingga mereka melakukan pemupukan sesuka hati mereka tanpa memperhatikan jenis dan komposisi pupuk apa sebenarnya yang sedang diperlukan tanaman. 

Demikian juga dengan kita, sama seperti halnya dengan tanaman bahwa kita juga memiliki fase pertumbuhan yaitu fase bertumbuh, fase berkembang dan fase berbuah.
Read More
Cinta Rumah Tuhan

Cinta Rumah Tuhan


 

Kata-ku...aku cinta rumah Tuhan.

Tetapi...ketika kotor, aku tidak menyapu-nya.

 Kata-ku...aku cinta rumah Tuhan.

Tetapi...ketika ada sampah, aku tidak memungut-nya

 Kata-ku...aku cinta rumah Tuhan.

Tetapi..ketika rusak aku tidak memperbaikinya

 Kata-ku...aku cinta rumah Tuhan.

Tetapi...aku terasa berat hati untuk datang

 Kata-ku...aku cinta rumah Tuhan.

Tetapi...aku tidak menjaga hati, mulut dan pikiranku dirumah-Mu

 Kata-ku...aku cinta rumah Tuhan.

Tetapi...aku tidak pernah rindu

Sesungguhnya ketika aku mengucapkan "aku cinta rumah Tuhan"

Aku hanya pura-pura menyenangkan hati Tuhan.


by estomihi fp simatupang



Read More
Belajar dari Penjumlahan Matematika

Belajar dari Penjumlahan Matematika





Belajar dari Penjumlahan Matematika

oleh Estomihi FP Simatupang, SH


Penjumlahan tidak selalu menghasilkan penambahan dari sebuah jumlah tetapi juga dapat menjadi sebuah pengurangan. jika yang kita jumlahkan adalah positif ditambah negatif maka jangan berharap hasilnya akan bertambah malah sebaliknya akan berkurang. contoh 1 + (-1) = 0.

Demikian juga dengan kita, jika kita berpikir optimis tetapi bertindak pesimis maka hasilnya adalah gagal alias gatot.



Read More
Buang saja...tak perlu sayang

Buang saja...tak perlu sayang

(Rasa sayang yang mengorbankan hasil)


Dalam dunia pertanian, baik secara teoritis maupun dalam prakteknya ada aturan tertulis dan tidak tidak tertulis dalam hal menanam. Aturan tersebut bukan bertujuan untuk menyenangkan si-petani atau orang yang menanam tersebut. Tetapi aturan tersebut bertujuan agar tanaman tersebut dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan buah yang banyak. 


Salah satu aturan tersebut adalah aturan mengenai jarak tanam antar tanaman. Tanaman memiliki karakteristik berbeda sehingga setiap tanaman memiliki aturan mengenai jarak tanam yang berbeda juga seperti halnya menanam mangga jarak tanamnya adalah 10m x 10m atau 12m x 12m dan jeruk jarak tanamnya 5m x 4m atau 5m x 6m. Dengan jarak yang ditentukan tersebut maka tanaman akan dapat bertumbuh  dan berbuah yang maksimal. 


Mungkin kita pernah membeli atau menanam bibit pohon dan ternyata bibit tersebut lebih dari yang kita perkirakan dan karena rasa sayang terhadap bibit tanaman yang bagus dan cantik tersebut untuk dibuang akhirnya kitapun mengurangi jarak tanam antar tanaman. Dan apa yang terjadi, tanaman tersebut tidak akan bertumbuh dan berbuah maksimal. 

by tommy simatupang 14042018
Read More
Jatuh Kedalam Lobang Yang Sama

Jatuh Kedalam Lobang Yang Sama

Ketika kita membaca judul diatas maka kita akan teringat kepada pepatah yang mengatakan hanya keledai yang jatuh kedalam lobang yang sama. Secara umum keledai dalam pepatah tersebut sering diartikan sebagai orang bodoh dan lobang yang sama diartikan sebagai kesalahan yang sama. 

Mari kita perhatikan karakteristik keledai sebagai berikut*):

  1. Meskipun terlihat kecil, keledai bukanlah hewan yang lemah karena keledai sering dipakai mengangkat dan membawa beban yang berat. 
  2. Keledai bukanlah hewan yang malas tetapi terlihat seperti hewan malas karena langkahnya yang lambat.
  3. Keledai termasuk hewan keras kepala, hal ini mungkin disebabkan oleh insting melindungi diri yang sangat kuat.
  4. Keledai bukanlah hewan bodoh sebagaimana selama ini selalu digambarkan dalam berbagi cerita.

Jika memperhatikan karakteristik daripada keledai diatas, apakah keledai dapat dikategorikan sebagai hewan yang bodoh ? tentu tidak. Lalu kenapa keledai diidentikkan dengan kebodohan ? Mungkin kita akan berkata : "oh, itukan hanya sebuah pepatah". Ok, itu adalah pepatah tetapi bukankah pepatah tidak jauh dari sifat atau gambaran aslinya?. Hal ini bertolak belakang dengan karakteristik daripada keledai tersebut. 

Lalu apa sesungguhnya yang ingin disampaikan oleh si-pembuat pepatah tersebut ?

Melihat asal-usul, bahwa keledai hidup didaerah pinggiran gurun pasir dan daerah yang kering yang tidak dialiri oleh danau sehingga tidak memungkinkan bagi keledai untuk minum sendiri dari danau. Keledai hanya mengandalkan air dari rumput yang dimakan serta minum dari air sumur yang ditimba oleh pemiliknya  sehingga seringkali keledai jatuh kedalam sumur karena ingin minum langsung dari sumur. Dapat dikatakan jika keledai jatuh pasti jatuh didalam sumur.  Mungkin sumur inilah yang dimaksud oleh sipembuat pepatah sebagai lobang yang sama tempat si keledai jatuh ditempat yang sama, dengan cara yang sama dan karena keinginan yang sama. 
by tommy simatupang 14042018






Read More