chitika

Tips Traveling Hemat Ke Jepang

1. Tiket pesawat

Banyak wisatawan internasional masuk ke Jepang lewat Bandar Udara Narita (NRT), Tokyo Haneda (HND), atau Bandara Kansai (KIX) di Osaka. Padahal datang ke Jepang melalui Bandar Udara Osaka atau Bandara Itami (ITM) bisa memberikan harga yang lebih murah. Secara umum, harga tiket pesawat pulang pergi ke Jepang dari Indonesia berkisar antara Rp 6.000.000 hingga Rp 8.000.000.Tetapi jika ada promo, harga tiket itu bisa terpangkas setengahnya.

Haru (musim semi, bulan Mei-Juni) dan Natsu (musim panas, bulan Juli-September) adalah waktu favorit bagi para wisatawan untuk berlibur ke Jepang karena cuacanya nyaman dan bunga sakura mulai bersemi. Oleh karena itu harga tiket pesawat di bulan-bulan ini cenderung lebih mahal daripada Fuyu (musim dingin, bulan Desember-Februari). Anda yang ingin terbang dengan tiket pesawat termurah sebaiknya memilih berangkat saat musim dingin. Jangan berkecil hati, karena ada cukup banyak tempat wisata di Jepang yang lebih indah dinikmati ketika bersalju.
Rencanakan perjalanan Anda jauh-jauh hari. Pasang “Price Alert” untuk penerbangan yang Anda inginkan dari Skyscanner Flight App sehingga Anda bisa tahu kapan harga turun dan Anda bisa membeli tiket pesawat Anda untuk ke Jepang

2. Transportasi di dalam dan antar kota

Berkeliling Jepang seharusnya tidak menjadi masalah karena Jepang memiliki salah satu sistem transportasi terbaik di dunia. Namun di sisi lain, biaya transportasi di Jepang tergolong sangat mahal. Seperti biaya perjalanan pulang pergi dengan shinkansen bisa berkisar antara 12.000-40.000 yen atau sekitar Rp 1.300.000 hingga Rp 5.000.000. Tetapi tak usah khawatir, karena Jepang masih memiliki sarana transportasi lain yang bisa Anda gunakan. Ada kereta lokal, bus, taksi, ataupun penyewaan mobil yang bisa membawa Anda berkeliling Jepang.

Salah satu cara terbaik untuk berkeliling Jepang adalah dengan Japan Railway Pass (JR Pass). Anda dapat gunakan kartu ini untuk berkeliling tanpa batas di Jepang selama 7, 14, hingga 21 hari di jalur kereta Jepang, termasuk Shinkansen. Sebagai contoh, harga tiket pulang pergi Tokyo ke Osaka adalah 29.000 yen, sementara JR Pass selama 7 hari berharga 29.110 yen. Lebih hemat, bukan? Maka dari itu, jika Anda berniat untuk mengelilingi seluruh Jepang, Anda sebaiknya membeli JR Pass. Sementara jika Anda hanya ingin mengelilingi satu wilayah spesifik di Jepang, maka Anda bisa membeli regional pass yang berfungsi serupa dengan JR Pass tetapi hanya berlaku di daerah pilihan Anda saja.
Selain JR Pass yang berlaku selama 7 hari, ada juga tiket terusan harian yang disebut “Tokyo Free Kippu” seharga 1.580 yen dan tiket terusan 5 hari yang disebut “Seishun 18 Kippu” seharga 11.580 yen atau sekitar Rp 1.500.000 saja. Dengan tiket terusan ini, Anda bisa mengelilingi seluruh rute kereta api lokal di Jepang, mulai dari Hokkaido hingga Kyushu.

Sementara itu, untuk perjalanan antar kota, ada baiknya Anda menggunakan kereta lokal ataupun bus malam karena harganya lebih terjangkau. Lalu pada saat berkeliling di dalam kota, bus atau kereta bisa menjadi pilihan yang nyaman, tergantung di kota mana Anda berkeliling. Tiap kota di Jepang punya alat transportasi andalannya masing-masing. Jadi, cari tahu lebih dahulu tentang kota tujuan Anda dan cari pilihan transportasi terbaik untuk berkeliling di sana. Sedikit tips, hindari naik taksi di Jepang karena harga buka pintunya adalah 710 yen (sekitar Rp 75.000).
Trik lain yang bisa Anda terapkan untuk menghemat biaya adalah dengan mengatur rencana perjalanan Anda dengan matang dan sesuai anggaran yang tersedia. Jepang terdiri atas dua kepulauan besar. Sebaiknya Anda menentukan destinasi mana saja yang ingin dituju. Jangan ambisius dalam menentukan destinasi. Dengan Anda belum menjelajah seluruh Jepang maka akan, selalu ada alasan untuk kembali ke Jepang, bukan?

3. Akomodasi

Setelah tiket pesawat dan transportasi, biaya termahal berikutnya adalah akomodasi atau penginapan. Mengingat bahwa biaya transportasi di Jepang cukup mahal, maka ada baiknya Anda mencari penginapan yang dekat dengan pusat kota atau objek wisata yang ingin Anda kunjungi. Anda tidak perlu khawatir karena hostel murah masih bisa Anda temui. Seperti di Tokyo, Anda masih dapat menemukan hostel dengan kisaran harga 2.000 yen atau sekitar Rp 230.000/malam di Shinjuku dan Shibuya.

4. Makanan

Biaya makan di Jepang sebetulnya cukup normal dan Anda masih bisa menemukan makanan yang enak dengan harga terjangkau. Jepang terkenal dengan berbagai convenient store (konbini). Berbagai makanan pun tersedia di sana, mulai dari onigiri, salad, hingga bento, dan rasanya tak kalah dengan yang ada di restoran. Onigiri dijual seharga 100 yen atau Rp 11.000/buah, sementara bento dikenai harga mulai dari 300 yen atau sekitar Rp 35.000/paket. Anda hanya perlu memanaskan di microwave yang tersedia di sana dan Anda bisa kenyang dengan makanan yang nikmat sekaligus ramah di kantong.
Kalau Anda ingin makan sushi, carilah Kaiten Sushi untuk merasakan sushi asli Jepang. Harga satu porsi sushi adalah 100-300 yen saja. Jangan lupa juga untuk mencoba street food ala Jepang, mulai dari oden, tempura, okonomiyaki, karage, hingga takoyaki yang murah dan enak.
Jepang punya banyak café dan restoran lucu yang menggoda untuk didatangi. Tetapi jika Anda ingin berhemat, hindari tempat-tempat itu karena harganya bisa 5-10 kali lebih besar ketimbang jajanan pasar atau makanan-makanan di convenient store.

5. Belanja

Biaya belanja di Jepang tergolong mahal, terutama jika Anda ingin membawakan oleh-oleh untuk teman dan saudara di rumah. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa memberikan mereka oleh-oleh, karena Anda bisa membeli banyak suvenir lucu dengan harga 100 yen saja di berbagai 100 yen store di Jepang, seperti Daiso, Can Do, Seria, atau Silk. Selain itu, daripada belanja di pusat perbelanjaan terkenal seperti Isetan di Shinjuku dan Matsuya di Ginza, Anda bisa mencoba belanja di pusat perbelanjaan pinggiran kota seperti Aeon atau Ito-Yokado.

sumber : skyscanner.co.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Traveling Hemat Ke Jepang"

Post a Comment

tuberebere.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

chitika